Memenuhi Panggilan ALLAH
Assalamu'alaikum :)
Sudah cukup lama, saya tidak menulis, kali ini saya ingin sekali menuliskan prihal hal ini. Selamat membaca, mudah-mudahan bermanfaat.
Saya memang bukanlah
lelaki. Tak wajib bagi saya mendirikan sholat di Masjid. Saya pun tidak tahu,
jikalau dahulu saya ditakdirkan Allah menjadi seorang lelaki, apakah saya kan
menjadi salah satu hamba yang mencitai masjid atau tidak. Namun, saya ingin
sekali berkontribusi semampu saya, untuk mewujudkan lingkungan yang mencintai Masjid. Salah satunya
dengan cara sholat berjamaah di dalamnya. Oleh karenanya saya menuliskan kisah
ini dalam blog saya. Mudah-mudahan bermanfaat.
Seorang sahabat
Rosulullah Saw, Abdullah bin Ummi Maktum (yang buta) datang menemui Rosulullah
Saw seraya bertanya, “Ya Rosulullah, aku punya penuntun yang kurang patuh
kepadaku, sedangkan sepanjang jalan antara rumahku dengan masjid terdapat
banyak pohon dan duri-durian. Apakah aku diizinkan sholat di rumahku?”
Rosulullah Saw ganti
bertanya kepadanya, “Apakah kau mendengar panggilan adzan, ya Abdallah?”
Abdallah menjawab, “Ya,
saya mendengar ya Rosulullah”
“Kalau begitu, ya
Abdallah, sambutlah penggilan Allah itu, dan sholatlah di masjid” Jawab
Rosulullah.
Ia seorang ummi maktum,
ia buta. Namun, tetap memiliki kewajiban untuk sholat di Masjid. Bagaimana
dengan kita yang sempurna. Penuh dengan fasilitas. Jalan menuju Masjid tidak
penuh duri. Kendaraan pun dimiliki. Apakah masih ada alasan untuk tidak sholat
berjamaah di Masjid?.
Kawan, siapa lagi yang
akan memakmurkan rumah Allah, jika bukan kita?. Yuk! Sholat di Masjid. ^^

Komentar
Posting Komentar